SAMARINDA – Sekretaris Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Samarinda, Deni Hakim Anwar, menyoroti dinamika angka pengangguran dan angka kemiskinan di Kota Samarinda.
Deni berpendapat bahwa untuk memahami lebih dalam terkait angka pengangguran dan kemiskinan, perlu dilakukan klasifikasi usia dan tingkat pendidikan dari individu yang terkena dampak.
“Jadi begini, kita klasifikasikan dulu angka pengangguran ini berdasarkan usia dan tingkat pendidikannya. Kita perlu tahu usia dan tingkat pendidikan mereka,” ungkap Deni, Rabu (10/1/2024).
Menurutnya, pengangguran seringkali dialami oleh orang yang belum menikah atau baru lulus sekolah dan belum mendapatkan pekerjaan. Meskipun angka kemiskinan menurun, fenomena ini tidak selalu mencakup kelompok pengangguran, yang seringkali masih menjadi tanggungan orang tua.
“Ketika kita bicara tentang pengangguran yang baru lulus atau belum menikah, mereka tidak memiliki pekerjaan. Hal ini berbeda dengan kelompok kemiskinan yang sudah bekerja dan memiliki keluarga,” jelasnya.
Deni berharap bahwa Pemerintah Kota Samarinda akan mengambil komitmen serius dalam menangani tantangan pengangguran dan kemiskinan di kota ini.
Ia mempertegas bahwa target pemerintah kota untuk mengurangi kemiskinan harus dicapai dalam waktu singkat, terutama dalam menangani kemiskinan ekstrem yang masih terjadi.
“Harapannya adalah agar Pemerintah Kota mencapai target ini dalam waktu dekat, mungkin sebelum akhir tahun atau dua bulan ke depan, karena fokus utamanya adalah mengurangi kemiskinan ekstrem yang masih terjadi,” tutupnya. (ADV/DPRD Kota Samarinda)
