SAMARINDA – Sekretaris Komisi IV DPRD Samarinda, Deni Hakim Anwar, menyoroti aset lahan pemerintah kota (pemkot) yang belum digunakan secara optimal.
Melihat itu, lahan yang belum digunakan secara optimal bisa jadi potensi untuk menggerakan sektor pertanian.
Pemanfaatan lahan kosong untuk pertanian ini menurutnya merupakan langkah yang positif dalam mendukung ketahanan pangan, pemberdayaan masyarakat, dan pengembangan ekonomi lokal.
Namun, mengingat kondisi tanah yang kurang meyakinkan untuk sektor pertanian, Deni mengusulkan agar lahan yang tidak produktif itu dimanfaatkan untuk mendukung peternakan sapi lokal. Membantu memenuhi kebutuhan daging masyarakat setempat, serta mengurangi ketergantungan impor.
“Dalam menghadapi tantangan impor daging, pengembangan lahan untuk peternakan sapi merupakan langkah strategis yang tidak hanya mendukung perekonomian daerah, tetapi juga memastikan ketahanan pangan lokal,” jelas Deni, Jumat (12/1/2024).
Poltisi Parta Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) itu juga berkeyakinan, langkah ini akan memberikan dampak positif terhadap Pertumbuhan Ekonomi Daerah (PED).
Ia menginginkan pemkot fokus pada pengembangan lahan kosong di Samarinda. Dengan tujuan untuk menciptakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat serta mendorong pertumbuhan industri pertanian di Samarinda.
Selain itu, ia juga menyampaikan pentingnya kerja sama dengan pihak lain dalam pengelolaan aset. Melalui kemitraan itu juga pemkot berkesmpatan meningkatkan pendapatannya melalui retribusi yang didapat dari ppengelolaan aset bersama.
Pemanfaatan lahan kosong ini dinilainya dapat memberikan manfaat ekonomu dan sosial yang signifikan. Selain berpotensi meningkatkan ketahan pangan dan menciptakan lapangan kerja, tapi juga dapat memperkuat ikatan komunitas lokal. (ADV/DPRD Kota Samarinda)
