Sani: Pengawasan Guru Hal Utama Cegah Bullying di Sekolah

SAMARINDA – Kasus bullying (perundungan) di sekolah dapat disebabkan oleh berbagai faktor kompleks. Meskipun beberapa faktor umum juga bisa memainkan peran dalam terjadinya bullying di sekolah.

Wakil Ketua Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda, Sani Bin Husain menyebutkan pengawasan guru di sekolah juga jadi salah satu faktor utama terjadinya bullying.

“Yang pertama pengawasan guru di sekolah, orang disakiti di pojokan itu tidak diperhatikan,” kata Sani, Kamis (18/1/2024).

Menurutnya, dengan adanya pengawasan dari pihak sekolah tentu dapat mencegah terjadinya kasus perundungan. Kurangnya pengawasan dan pembinaan dari sekolah juga dapat memperburuk situasi bullying.

“Ketika ada kekosongan dalam pengawasan, berpotensi bagi pelaku untuk mengintimidasi korban,” ujarnya.

Kemudian, Sani bilang faktor lingkungan juga berpenagruh pada tindak perundungan. Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menyebut faktor lingkungan termasuk dengan apa yang jadi tontonannya

“Sekarangkan anak-anak seperti lebih bebas nonton apa saja, termasuk kekerasan dan kemudian dia praktikan itu ke temannya. Fakto pendidikan di rumanya juga jadi berpengaruh, karena karakter dan sikap anak itu banyak terbentuk di rumah,” tegasnya.

Ia menjelaskan, lingkungan yang mendukung sikap dan tindakan positif akan lebih cenderung mencegah kasus bullying. Sebaliknya, berada di lingkungan yang membiarkan bahkan menganggap enteng tindakan bullying dapat mencipptakan lingkungan yang memicu perilaku tersebut.

“Jadi itu perlu kerja sama dengan orang tua. Saya lihat tiga faktor itu yang mempengaruhi anak di sekolah, tapi apapun itu harus tetap ditangani soal bullying,” pungkasnya. (ADV/DPRD Kota Samarinda)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *