Ketua Komisi III DPRD Samarinda Tanyakan Andalalin Proyek Terowongan

SAMARINDA – Pada bulan Oktober tahun ini, proyek terowongan Samarinda diharapkan dapat rampung dan dapat difungsikan oleh masyarakat sebagaimana mestinya.

Komisi III DPRD Samarinda saat ini fokus memperhatikan rekayasa lalu lintas pasca-pembangunan untuk mencegah kemacetan baru di wilayah tersebut.

Meskipun proyek ini sempat mengalami berbagai kendala, namun pembangunan terus berjalan. Proyek ini diharapkan dapat mengatasi kemacetan di Jalan Otto Iskandardinata, Kecamatan Samarinda Ilir.

Kepala Dinas PUPR Kota Samarinda, Desy Damayanti, menjelaskan bahwa proyek ini sedang berjalan secara bersamaan di kedua sisi. Analisis Dampak Lalu Lintas (Andalalin) juga sudah dilakukan untuk memastikan bahwa tujuan utama pembangunan terowongan, yaitu mengurangi kemacetan di Gunung Manggah, dapat tercapai.

Sementara itu, Ketua Komisi III DPRD Kota Samarinda, Angkasa Jaya Djoerani, masih menunjukkan kekhawatiran terkait ketersediaan Andalalin. Saat berkomunikasi dengan Dinas Perhubungan (Dishub) Samarinda, ia mengetahui bahwa dokumen Andalalin masih belum tersedia.

“Nanti tolong dikoreksi. Mudah-mudahan ada, kalau belum ada itu segera itu dilakukan,” kata Angkasa, Senin (18/1/2024).

Angkasa menekankan pentingnya Andalalin untuk mengantisipasi dampak pasca-pembangunan, mengingat tingginya animo masyarakat untuk mencoba Terowongan Samarinda yang baru selesai dibangun.

“Hal ini diharapkan dapat memastikan bahwa ketika terowongan resmi dibuka, tidak akan menimbulkan kemacetan baru atau risiko lainnya,” tuturnya.

Angkasa juga menggarisbawahi bahwa penyelesaian Andalalin seharusnya tidak tertinggal, dan proyek ini dapat memberikan manfaat maksimal setelah selesai. (ADV/DPRD Kota Samarinda)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *