SAMARINDA – Lonjakan kasus kekerasan di lingkungan sekolah telah mendorong pemerintah kota Samarinda untuk mengambil langkah tegas.
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) kota Samarinda menginisiasi pembentukan Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (TPPK) di setiap sekolah di Kota Samarinda.
Seiring dengan pernyataan Kepala Disdikbud Samarinda, Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Sri Puji Astuti, menyatakan bahwa inisiatif pembentukan TPPK merupakan langkah yang tepat.
Namun menurutnya perlu adanya pengkajian lebih lanjut agar penerapannya dapat mencapai hasil yang maksimal.
“Dengan adanya tim ini, kita dapat mengetahui seberapa besar kasus kekerasan di Kota Samarinda. Ini membuat korban tidak takut lagi untuk melapor,” papar Puji Kamis (25/1/2024).
Lebih lanjut, Puji juga menyoroti keperluan untuk memperkuat implementasi regulasi yang sudah ada. Upaya yang diusung tidak hanya sebatas penanganan, melainkan lebih menitikberatkan pada pencegahan.
“Regulasi sudah ada, tapi implementasinya perlu diperkuat,” tegasnya.
Puji berharap akan terbentuk kerjasama yang kokoh antara semua pihak dalam menurunkan tingkat kasus kekerasan dalam dunia pendidikan.
“Harapannya adalah kolaborasi yang solid antara pihak sekolah, orang tua, masyarakat, dan pemerintah untuk melakukan pencegahan kekerasan dalam dunia pendidikan di Kota Samarinda,” tambahnya.
Dengan langkah-langkah konkret ini, ia berharap Kota Samarinda dapat menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan bebas dari kekerasan bagi generasi penerus bangsa.
“Keberhasilan implementasi TPPK menjadi langkah awal yang positif dalam menghadapi tantangan kekerasan di dunia pendidikan,” pungkasnya. (ADV/DPRD Kota Samarinda)
