SAMARINDA – Anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda, Mohammad Novan Syahronny Pasie menginginkan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) untuk mengembangkan strategi dan inovasi dalam menangani masalah sampah.
Hal itu dilatarbelakangi utamanya oleh pertumbuhan penduduk yang meningkat. Khususnya setelah Kota Samarinda menjadi penyangga Ibu Kota Negara (IKN).
“Kita perlu persiapan segera mungkin dalam menghadapi peningkatan produksi sampah yang sejalan dengan pertumbuhan penduduk saat ini,” kata Novan Senin (29/1/2024).
Novan menyarankan agar DLH melakukan sosialisasi kepada masyarakat mengenai pengolahan dan pemilahan sampah organik, anorganik, dan limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3).
Selain itu, ia juga mendukung adanya peningkatan program daur ulang untuk memberikan nilai ekonomi tambahan pada sampah. Sehingga dapat mengurangi volume sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir (TPA).
“Hingga saat ini, langkah konkret dari DLH belum mencapai tingkat optimal,” tuturnya.
Plitisi dari Partai Golkar ini akan berharap dapat melihat langkah progresif dan tindakan nyata dalam beberapa waktu ke depan.
Novan juga mengajak masyarakat untuk mendukung program Samarinda Zero Waste (SZW) dengan target pelaksanaan pada tahun 2024. Di mana SZW ini merupakan program menuju kota beba sampah atau disebut sebagai zero waste. (ADV/DPRD Kota Samarinda)
