Bupati PPU Minta Pemerintah Pusat Perhatikan Porsi Anggaran Pemda yang Terdampak Pembangunan IKN

Foto : Ist/Humas PPU

PENAJAM – Kabupaten Penajam Paser Utara saat ini masih terus berupaya dalam meningkatkan pembangunan di daerah, walaupun terdapat beberapa polemik kewenangan antara wilayah PPU dan Wilayah Ibu Kota Nusantara (IKN)

Dinamika kewenangan antara Pemerintah Kabupaten PPU dengan Otorita IKN tersebut berkaitan dengan kewilayahan dimana sebagian besar wilayah Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) berada di wilayah PPU, banyak kewenangan kini beralih ke Otorita IKN sesuai dengan ketentuan perundang-undangan.

“Kami berharap, dalam pembahasan anggaran mendatang, ada porsi yang juga memperhatikan daerah mitra seperti PPU yang terdampak langsung pembangunan IKN. Selama ini pembangunan masih terfokus di wilayah KIPP, sementara masyarakat PPU juga menghadapi dampak dan tantangan yang besar,” ungkap Bupati Penajam Paser Utara, Mudyat Noor saat memeberikan sambutan pada penutupan Silaturahmi Regional KAHMI di IKN pada Sabtu, (8/11/2025) lalu.

Namun, Mudyat menyampaikan apresiasi atas pembangunan yang tengah berlangsung di Kalimantan, khususnya di kawasan IKN, yang kini menjadi pusat perhatian nasional.

“Dulu wilayah timur Indonesia sering tertinggal, tapi kini Kalimantan menjadi pusat pembangunan. Kami berharap pemerintah pusat terus memperhatikan PPU dan daerah sekitar, agar pembangunan berjalan merata,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala OIKN Basuki Hadimuljono dalam sambutannya menjelaskan bahwa pemerintah telah menerbitkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 79 Tahun 2025 sebagai dasar pelaksanaan tahap kedua pembangunan IKN.

“Perpres 79 Tahun 2025 menegaskan komitmen pemerintah untuk menuntaskan pembangunan prasarana legislatif dan yudikatif hingga tahun 2028. Saat itu, IKN ditargetkan akan dideklarasikan sebagai ibu kota politik Indonesia,” jelas Basuki.

menyampaikan bahwa sebanyak 9.000 ASN akan mulai berpindah ke IKN secara bertahap hingga 2028. Saat ini, sekitar 2.000 ASN dari berbagai kementerian dan lembaga telah menempati kawasan IKN.

Basuki menegaskan pentingnya dukungan semua pihak, termasuk dari KAHMI, untuk menjaga semangat membangun IKN sebagai simbol kemajuan bangsa.

“Kami bekerja dengan niat baik untuk membangun IKN. Mohon doa dan dukungan agar amanah ini dapat kami laksanakan dengan sebaik-baiknya,” tutupnya. (Adv/Pemkab PPU)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *