Perawat RSUD RAPB PPU Sosialisasikan Pencegahan HIV ke Warga

Dok. Humas RSUD RAPB PPU

PENAJAM – Upaya meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai penyakit HIV terus dilakukan RSUD Ratu Aji Putri Botung (RAPB) Penajam Paser Utara melalui kegiatan edukasi kesehatan kepada pasien dan keluarga pasien di ruang tunggu pelayanan rumah sakit.

Kegiatan edukasi tersebut dilaksanakan pada Rabu (06/05/2026) lalu oleh perawat Ruang Tulip RSUD RAPB, Endah Susanti.

Edukasi diberikan secara langsung kepada para pengunjung rumah sakit dengan suasana santai dan interaktif agar materi mudah dipahami oleh masyarakat.

Dalam penyampaiannya, Endah menjelaskan mengenai pengertian HIV, cara penularan, langkah pencegahan, hingga pentingnya pemeriksaan kesehatan secara dini.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah mempercayai informasi yang keliru terkait HIV yang masih sering beredar di lingkungan masyarakat.

“HIV bukan penyakit yang menular melalui interaksi sosial biasa. Karena itu masyarakat perlu memahami informasi yang benar agar tidak muncul stigma terhadap penderita,” ujarnya saat memberikan edukasi.

Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS) RSUD RAPB yang rutin dilaksanakan sebagai bentuk pelayanan edukatif kepada masyarakat. Selain memberikan pemahaman kesehatan, kegiatan tersebut juga bertujuan membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya perilaku hidup sehat dan pemeriksaan kesehatan secara berkala.

Para pasien dan keluarga pasien yang berada di ruang tunggu tampak antusias mengikuti penyuluhan. Beberapa di antaranya turut mengajukan pertanyaan mengenai pencegahan serta penanganan HIV.

Melalui edukasi ini, RSUD RAPB berharap masyarakat dapat lebih terbuka dalam memperoleh informasi kesehatan, meningkatkan kepedulian terhadap pencegahan HIV, serta menciptakan lingkungan yang mendukung bagi orang dengan HIV tanpa adanya diskriminasi.

RSUD RAPB berkomitmen untuk terus menghadirkan kegiatan edukasi kesehatan kepada masyarakat sebagai bagian dari pelayanan promotif dan preventif di lingkungan rumah sakit.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *