Meriahkan HUT Kemerdekaan, DP3AP2KB PPU Gelar Beragam Lomba dan Perkuat Kekompakan Pegawai

Kepala DP3AP2KB PPU, Jensje Grace Makisurat bersama Pegawainya

PENAJAM – Dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia, Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) menggelar berbagai kegiatan dan perlombaan yang melibatkan seluruh pegawai.

Rangkaian kegiatan tersebut dilaksanakan selama dua hari dengan mengusung konsep perlombaan yang tidak hanya bertujuan memeriahkan suasana kemerdekaan, tetapi juga mempererat kebersamaan dan meningkatkan kreativitas pegawai di lingkungan DP3AP2KB PPU.

Pada hari pertama, kegiatan diisi dengan penilaian lomba menghias ruangan. Setiap bidang diberikan kesempatan untuk mempercantik ruang kerja masing-masing dengan kreativitas dan nuansa kemerdekaan.

Kegiatan tersebut sekaligus menjadi momentum untuk membangun kepedulian pegawai terhadap kebersihan dan kenyamanan lingkungan kerja. Para pegawai dituntut untuk secara langsung menata dan membersihkan ruangannya masing-masing.

“Tujuannya supaya lebih meriah dan lebih terasa suasana kemerdekaannya. Sekaligus supaya teman-teman mau membersihkan ruangannya. Kalau tidak begitu mungkin mereka hanya berharap kepada cleaning service,” ujar Kepala DP3AP2KB PPU, Jensje Grace Makisurat. Selasa, (18/8/2026) kemarin.

Selain lomba menghias ruangan, rangkaian kegiatan juga diisi dengan lomba podcast yang wajib diikuti oleh setiap bidang, termasuk penyuluh KB. Podcast tersebut mengangkat program unggulan masing-masing bidang sekaligus membahas makna kemerdekaan bagi para pegawai dalam menjalankan tugas dan pelayanan kepada masyarakat.

Sementara pada hari berikutnya, kegiatan diawali dengan apel bersama. Setelah itu, masing-masing bidang mengikuti parade dengan mengenakan pakaian bertema anak sekolah.

Kemeriahan kemudian dilanjutkan dengan lomba gerak dan tari. Kegiatan tersebut sengaja disebut gerak dan tari karena tidak menggunakan rangkaian gerakan seperti senam pada umumnya yang terdiri atas pemanasan, gerakan inti, dan pendinginan.

Berbagai permainan ringan dan menghibur juga disiapkan untuk menambah semarak perayaan. Di antaranya lomba makan kerupuk dengan menggunakan alat pancing, lomba kaus kaki warna-warni, makan pisang dengan mata tertutup, serta permainan naga kejar bopeng.

Menurutnya, berbagai perlombaan tersebut tidak semata-mata ditujukan untuk memeriahkan HUT Kemerdekaan RI. Kegiatan juga menjadi sarana penyegaran bagi pegawai yang sehari-hari disibukkan dengan pekerjaan dan rutinitas pelayanan.

“Lomba-lomba ini bukan hanya untuk memeriahkan hari ulang tahun, tetapi juga untuk merelaksasi teman-teman yang mungkin sudah bosan dengan pekerjaan rutin setiap hari. Sekaligus meningkatkan rasa persaudaraan di kantor,” ungkapnya.

Kompetisi dalam perlombaan juga dinilai memiliki sisi positif karena dapat membangun semangat berkompetisi secara sehat di antara pegawai. Dari persaingan tersebut diharapkan muncul kreativitas dan inovasi yang dapat memberikan dampak positif bagi lingkungan kerja.

Di sisi lain, momentum HUT Kemerdekaan RI juga menjadi kesempatan bagi DP3AP2KB PPU untuk menegaskan kembali komitmennya dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Dengan tema kemerdekaan yang menekankan nilai berdaulat, adil, dan makmur, ia menilai kemerdekaan tidak hanya dimaknai sebagai terbebas dari penjajahan, tetapi juga bagaimana seluruh masyarakat dapat merasakan keadilan dan kehadiran pemerintah.

“Negara kita sebenarnya sudah berdaulat. Tetapi adil dan makmur mungkin belum dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat. Di tengah efisiensi ini, pemerintah juga tetap harus hadir memberikan rasa keadilan kepada masyarakat,” tegasnya.

Ia menambahkan, DP3AP2KB PPU akan terus berupaya menjadi bagian dari pelayanan publik, terutama dalam memberikan pendampingan dan perlindungan kepada masyarakat yang membutuhkan.

“Dengan tupoksi kami, kami berusaha menjadi bagian penting dari pelayanan publik. Kami harus hadir melayani mereka yang merasa tertekan dan mereka yang hidup di bawah tekanan kekerasan. Kami harus hadir untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada mereka,” katanya.

Menurutnya, kehadiran pemerintah melalui pelayanan publik diharapkan dapat membuat masyarakat merasa tidak sendirian ketika menghadapi persoalan.

Dengan demikian, peringatan HUT Kemerdekaan RI tidak hanya menjadi momentum untuk bersuka cita, tetapi juga menjadi pengingat bagi aparatur pemerintah untuk terus memperkuat semangat pengabdian dan memastikan masyarakat merasakan kehadiran negara melalui pelayanan yang diberikan. (adv/red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *