Kualitas Udara Balikpapan Tidak Sehat, Warga Diimbau Kurangi Aktivitas di Luar Ruangan

Dok. Pemkot Balikpapan

BALIKPAPAN – Kualitas udara di Kota Balikpapan berada pada kategori tidak sehat berdasarkan informasi kualitas udara yang diperbarui pada Rabu (14/10/2026) pukul 07.00 WITA. Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) tercatat sebesar 108 dengan parameter kritis Particulate Matter 2,5 (PM2,5).

Kondisi tersebut menjadi perhatian masyarakat karena kualitas udara yang tidak sehat dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan, terutama bagi kelompok sensitif dan warga yang memiliki keluhan pada saluran pernapasan.

Berdasarkan informasi yang disampaikan Pemerintah Kota Balikpapan, masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan dan menerapkan sejumlah langkah pencegahan guna mengurangi dampak paparan udara yang tidak sehat.

Warga disarankan menggunakan masker, terutama ketika harus beraktivitas di luar ruangan. Selain itu, masyarakat diminta mengurangi kegiatan di luar rumah dan menghindari bepergian apabila tidak memiliki keperluan penting.

Upaya menjaga kondisi tubuh juga perlu dilakukan dengan memperbanyak konsumsi air putih agar tubuh tetap terhidrasi serta mengonsumsi makanan bergizi seimbang untuk mendukung daya tahan tubuh.

Masyarakat juga diingatkan untuk rutin mencuci tangan, khususnya setelah beraktivitas, sebagai bagian dari penerapan pola hidup bersih dan sehat.

Selain langkah pencegahan tersebut, warga diminta memperhatikan kondisi kesehatan masing-masing. Apabila mengalami gejala infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), seperti batuk, sesak napas, atau keluhan pernapasan lainnya, masyarakat diimbau segera mendatangi fasilitas pelayanan kesehatan terdekat.

Data kualitas udara dalam informasi tersebut mengacu pada pemantauan yang diperbarui secara berkala oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLHK).

Dengan kondisi ISPU yang berada di angka 108, masyarakat diharapkan tidak mengabaikan imbauan kesehatan dan membatasi paparan udara luar, terutama saat kualitas udara belum membaik. Pemantauan kualitas udara secara berkala juga penting agar masyarakat dapat menyesuaikan aktivitas sehari-hari dengan kondisi lingkungan terkini. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *