Bapelitbang PPU Dorong Kajian Potensi Air Baku Hulu Sungai Riko untuk Pembangunan Berkelanjutan

Kantor Bapelitbang PPU

PENAJAM – Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan (Bapelitbang) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) mendorong penguatan perencanaan pemanfaatan potensi sumber daya air di kawasan hulu Sungai Riko guna mendukung kebutuhan air baku masyarakat dan pembangunan daerah.

Pengembangan infrastruktur pengambilan air baku atau intake di kawasan tersebut menjadi salah satu potensi yang perlu ditindaklanjuti melalui kajian teknis dan koordinasi dengan instansi terkait.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bapelitbang PPU, Ade Rianto Embongbulan, mengatakan kawasan hulu Sungai Riko memiliki potensi sumber daya air yang dapat dipertimbangkan sebagai bagian dari pengembangan sistem penyediaan air baku.

Menurutnya, potensi tersebut sebelumnya telah menjadi perhatian Balai Wilayah Sungai (BWS) melalui kegiatan kajian teknis.

“Kalau intake Sungai Riko, Hulu Sungai Riko, ini juga sudah pernah dilakukan oleh BWS dan itu sangat dimungkinkan,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, pemanfaatan sumber air di kawasan hulu memerlukan perencanaan yang menyeluruh, termasuk mempertimbangkan karakteristik daerah aliran sungai dan kondisi hidrologi wilayah.

Salah satu hal yang perlu mendapat perhatian ialah tingginya limpasan permukaan ketika terjadi hujan deras.

Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya pengelolaan sumber daya air secara terpadu agar potensi air dapat dimanfaatkan secara optimal tanpa mengabaikan aspek keselamatan lingkungan dan kawasan hilir.

Ade menyampaikan pengembangan fasilitas penampungan dan pengambilan air berpotensi memberikan manfaat bagi penyediaan air baku.

Selain itu, penataan infrastruktur sumber daya air juga dapat dikaji sebagai bagian dari upaya pengurangan risiko limpasan dan banjir.

Namun, manfaat pengendalian banjir tersebut tetap memerlukan pembuktian melalui kajian hidrologi, analisis kapasitas tampungan, dan perencanaan teknis yang memadai.

Selain Sungai Riko, Pemkab PPU juga memberikan perhatian terhadap potensi Embung Jenebora dan Embung Buluminung.

Kedua embung dinilai berpeluang mendukung kebutuhan air baku masyarakat sekitar serta menunjang perkembangan kawasan strategis, termasuk kawasan bandara.

“Nah, kalau kemudian dua embung di Jenebora dan Buluminung, nah ini kan potensinya juga lumayan itu, luar biasa besarnya, nah ini sangat memungkinkan untuk menjadi support air baku bagi masyarakat sekitar, juga Bandara VVIP,” katanya. Senin, (26/10/2026).

Dalam konteks tugas perencanaan pembangunan, Bapelitbang PPU berperan mendorong sinkronisasi kebutuhan infrastruktur air baku dengan prioritas pembangunan daerah, provinsi, dan nasional.

Langkah tersebut penting agar potensi sumber daya air dapat dikembangkan berdasarkan kebutuhan masyarakat, kelayakan teknis, serta kemampuan pendanaan yang tersedia.

Melalui penguatan koordinasi bersama perangkat daerah teknis, pemerintah provinsi, dan kementerian terkait, rencana pengembangan intake Sungai Riko serta optimalisasi Embung Jenebora dan Buluminung diharapkan dapat menjadi bagian dari solusi jangka panjang penyediaan air baku di PPU. (ADV)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *