Dok. Pusdalops BPBD PPU
PENAJAM – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) memperkuat pelayanan kebutuhan dasar masyarakat melalui pendistribusian air bersih ke sejumlah wilayah di Kecamatan Penajam. Dalam kegiatan yang dilaksanakan pada Senin (26/10/2026), sebanyak 56.000 liter air bersih disalurkan untuk memenuhi kebutuhan warga di sejumlah titik permukiman dan fasilitas umum.
Kegiatan ini melibatkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) PPU bersama Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Disperkimtan), Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP), serta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) PPU. Kolaborasi lintas perangkat daerah tersebut dilakukan untuk mendukung kelancaran distribusi air bersih agar dapat menjangkau masyarakat yang membutuhkan.
Kepala Pelaksana BPBD PPU, Nurlaila menyampaikan bahwa koordinasi antarinstansi menjadi bagian penting dalam memastikan pelayanan distribusi air bersih berjalan efektif. Dukungan armada dari sejumlah perangkat daerah memungkinkan proses penyaluran dilakukan secara bersama-sama sesuai kebutuhan di lapangan.
“Pendistribusian air bersih ini merupakan bentuk pelayanan kepada masyarakat. Melalui koordinasi lintas perangkat daerah, kami berupaya memastikan air dapat disalurkan ke titik-titik yang membutuhkan, termasuk permukiman warga dan fasilitas umum,” ujar Nurlaila.
Berdasarkan laporan BPBD PPU, total air bersih yang didistribusikan mencapai 56.000 liter melalui 12 trip pengangkutan. Air diambil dari penampungan yang berada di kawasan pembibitan Disperkimtan PPU, kemudian dibawa menuju lokasi penyaluran yang telah ditentukan.
Distribusi dilakukan di tiga kelurahan, yakni Kelurahan Penajam, Kelurahan Gunung Seteleng, dan Kelurahan Nenang. Di Kelurahan Penajam, penyaluran menyasar RT 02, kawasan Polisi Militer, Kantor Inspektorat sebagai fasilitas umum, serta Musala Gang Rana.
Sementara itu, di Kelurahan Gunung Seteleng, air bersih disalurkan ke RT 002 dan RT 008, Kantor Kelurahan Gunung Seteleng, serta Musala At-Tauba. Adapun di Kelurahan Nenang, distribusi dilakukan untuk warga di RT 04.
Penyaluran air dilakukan secara langsung ke tandon atau tempat penampungan yang telah disediakan. Pola distribusi ini diharapkan memudahkan masyarakat dalam memperoleh air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Nurlaila menegaskan, dukungan sarana dan kerja sama antarinstansi perlu terus diperkuat agar pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan secara optimal. Dalam kegiatan tersebut, masing-masing instansi menurunkan satu unit mobil tangki, sehingga terdapat empat unit kendaraan yang mendukung operasional distribusi air bersih.
“Sinergi antara BPBD dan perangkat daerah terkait sangat diperlukan. Dengan pembagian peran yang baik, proses distribusi dapat berjalan lebih terkoordinasi dan kebutuhan masyarakat bisa ditangani sesuai kondisi di lapangan,” katanya.
BPBD PPU juga mengimbau masyarakat untuk menyampaikan informasi apabila membutuhkan bantuan terkait kondisi darurat melalui saluran komunikasi resmi yang tersedia. Masyarakat dapat menghubungi Call Center/WhatsApp BPBD PPU di nomor 0812-5625-1172 atau layanan panggilan darurat 112 yang bebas pulsa.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten PPU terus mendorong pelayanan yang responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Kolaborasi lintas perangkat daerah diharapkan menjadi bagian dari upaya menjaga ketersediaan air bersih sekaligus memperkuat kesiapsiagaan pemerintah dalam menghadapi berbagai kebutuhan di lapangan. (ADV)
