SAMARINDA – Di tengah makin majunya perkembangan teknologi digital, semakin banyak pelaku usaha yang memanfaatkan kemudahan yang tercipta dalam menjalankan bisnisnya.
Bisnis yang dijalankan dengan menggunakan teknologi tentu dapat berjalan lebih efektif dan efesien, segaris dengan tujuan dari hadirnya teknologi untuk memudahkan aktivitas masyararakat termasuk dalam sektor perekonomian.
Meski begitu, masih terdapat beberapa pelaku usaha yang masih enggan bergerak maju dengan memanfaatkan teknologi, yang kebanyakan menurutnya rumit.
Sekretaris Komisi IV DPRD Samarinda, Deni Hakim Anwar memberi Perhatian terhadap fenomena ini. Menurutnya, para pelaku usaha perlu berinovasi dengan meningkatkan kreativitas, utamanya dalam pemasaran.
Penggunaan teknologi dapat memperluas jangkauan penjualan, misal seperti e-commerce atau penjualan melalui media sosial.
Politikus dari Partai Amanat Nasional (PAN) ini mengatakan, para pelaku perlu untuk mengambil langkah-langkah inovatif agar dapat menarik atensi konsumen.
“Selain dari penjualan secara daring, mereka juga harus berinovasi dalam hal desain dan menetapkan harga dengan selektif, sesuai dengan kualitas produk yang mereka tawarkan,” ungkap Deni, Sabtu (20/1/2024).
Ia juga menyampaikan, pemilik toko perlu mempertimbangkan langkah-langkah inovatif, seperti mengembangkan produk yang mereka punya, seperti bentuk, rasa, dan kemasannya untuk menciptakan produk yang berkualitas.
“Selama tetap menjaga kualitas dan harga yang seimbang, tidak ada alasan untuk enggan beralih ke penjualan online. Namun, mereka perlu bijak dalam menawarkan produk secara jelas dan konkret,” tambahnya.
Meski demikian, Deni juga mengakui dirinya sendiri masih melakukan pembelanjaan secara langsung di toko fisik.
“Hingga kini, saya masih berbelanja di toko offline yang berada di pusat perbelanjaan seperti mal,” pungkasnya. (ADV/DPRD Kota Samarinda)
