Kesetaraan Gender di PPU Masih Harus Diperjuangkan

Kepala DP3AP2KB PPU, Jansje Grace Makisurat

PENAJAM – Kesenjangan gender dalam berbagai hal di Kabupatrn Penajam Paser Utara (PPU) masih perlu perhatian khusus.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Jansje Grace Makisurat belum lama ini.

“Kesenjangan gender di wilayah PPU masih terjadi,” ujarnya.

Ia menilai, tantangan perempuan untuk memperoleh kesempatan yang setara harus terus diperjuangkan dan perlu di atasi, baik dalam dunia kerja maupun dalam pengambilan keputusan di lingkungan pemerintahan.

“Kondisi kesetaraan gender di PPU belum sepenuhnya inklusif,” tuturnya.

Grace menambahkan, angka kesenjangan gender di PPU saat ini masih berada pada angka 0,474, yang mana angka tersebut menunjukkan bahwa kesetaraan antara laki-laki dan perempuan belum tercapai secara ideal.

“Harusnya itu 0, tidak ada kesenjangan, dengan angka itu kan artinya masih ada kesenjangan,” kata dia.

Ia menambahkan, salah satu upaya yang terus didorong adalah meningkatkan peran dan posisi perempuan, khususnya di lingkungan institusi pemerintahan atau organisasi perangkat daerah (OPD).

“Kita mau mengangkat keberadaan perempuan di institusi atau OPD, karena kadang masih ada berapa pegawai atau pejabat memandang sebelah mata pegawai perempuan,” tegasnya.

DP3AP2KB PPU memiliki peran dalam mendorong pemberdayaan perempuan serta pengarusutamaan gender di daerah, termasuk melalui berbagai program peningkatan partisipasi perempuan di bidang sosial, ekonomi, hingga pemerintahan.

Upaya tersebut diharapkan mampu menekan kesenjangan gender serta menciptakan lingkungan kerja yang lebih setara dan inklusif di Benuo Taka. (red/adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *