PENAJAM – Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) mengalami perlambatan setelah sempat mencatat angka tinggi dalam dua tahun terakhir. Kondisi ini dipengaruhi melandainya aktivitas pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) serta berkurangnya perputaran uang di masyarakat.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan (Bapelitbang) PPU, Ade Arianto mengungkapkan bahwa pertumbuhan ekonomi PPU pada 2023 mencapai 29,85 persen, kemudian meningkat menjadi 30,68 persen pada 2024. Namun, pada 2025, pertumbuhan tersebut melambat menjadi 6,52 persen.
Perlambatan pertumbuhan ekonomi PPU berlanjut pada triwulan II 2026 berada di angka 3,71 persen, lebih rendah dibandingkan capaian tahun sebelumnya.
“Kalau melihat periode 2010 hingga 2015, pertumbuhan ekonomi kita berada di kisaran 3 hingga 4 persen. Sekarang, dengan angka 3,71 persen, kita kembali ke posisi itu,” ujarnya. Senin, (5/10/2026).
Ade menjelaskan, tingginya pertumbuhan ekonomi PPU pada 2023 dan 2024 tidak terlepas dari masifnya pembangunan IKN. Aktivitas konstruksi menjadi salah satu sektor yang memberikan kontribusi besar terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) daerah.
Namun, seiring melandainya aktivitas pembangunan IKN, kontribusi sektor konstruksi terhadap pertumbuhan ekonomi turut mengalami penurunan. Di sisi lain, sektor pertanian dalam arti luas, termasuk perikanan, mulai menunjukkan peran lebih besar dalam menopang perekonomian daerah.
Menurut Ade, perlambatan tersebut juga berkaitan dengan berkurangnya perputaran uang di masyarakat. Kondisi ini tidak terlepas dari besarnya ketergantungan pembangunan daerah terhadap transfer pemerintah pusat.
“Besaran transfer dari pusat ke daerah sangat menentukan pertumbuhan ekonomi. Karena, uang yang beredar di masyarakat menjadi salah satu indikator bergeraknya perekonomian. Ketika pembangunan kita sebagian besar bersumber dari transfer pusat, perlambatan tentu turut berdampak,” jelasnya.
Ade menilai, capaian pertumbuhan ekonomi saat ini tantangan bagi PPU untuk menjaga aktivitas ekonomi, terlebih di tengah melandainya pembangunan IKN dan perputaran uang dari belanja pemerintah dan aktivitas pembangunan mengalami penurunan. (ADV)
