Peluang Perempuan Terbuka Untuk Dunia Politik

SAMARINDA – Plt Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Kaltim Riza Indra Riadi berharap, pelaksanaan Pemilu serentak tahun 2024 dapat terlaksana dengan baik dan kondusif.

Dia juga berharap, dari hasil pemilihan ini akan melahirkan pemimpin negara, pemimpin daerah dan wakil rakyat, sesuai aspirasi dan keinginan rakyat.

Harapan itu disampaikannya usai membuka kegiatan Sosialisasi Pendidikan Politik Bagi Perempuan, dalam rangka peningkatan partisipasi pemilih pada Pemilu serentak 2024, di Ballroom Hotel Aston Samarinda lantai 17, Rabu (8/6/2022).

“Pemilu di tanah air selalu sukses terlaksana, dengan melahirkan pimpinan dan wakil rakyat seperti yang diinginkan rakyat. Tentunya kita berharap, ini akan terlaksana di Pemilu selanjutnya, dengan Pemilu yang bersih, tanpa dicederai oleh tindakan yang merusak demokrasi,” ucapnya.

Melalui sosialisasi ini diharapkan dapat meningkatkan minat partisipasi politik kaum perempuan di Kaltim.

Dikatakannya, berdasarkan data jumlah daftar pemilih tetap (DPT) antara pemilih laki-laki dengan pemilih perempuan tidak terlalu banyak perbedaan.

Riza menyebut beberapa kendala faktor yang menyebabkan minimnya minat kaum perempuan turut serta dalam dunia politik. Diantaranya:
1. Kesadaran perempuan berkiprah dan berpartisipasi di dunia politik masih rendah.
2. Perempuan lebih suka mengurus keluarga dan rumah tangga.
3. Orangtua dan suami pada umumnya tidak suka dan tidak mengizinkan untuk istri/anak perempuan banyak beraktivitas di luar rumah.
4. Keluarga kurang mendukung perempuan untuk berkiprah di dunia politik.
5. Masyarakat masih kurang memberi dorongan dan dukungan terhadap perempuan untuk memenangkan pertarungan politik.

“Ada 5 dorongan yang bisa dilakukan untuk dapat memberikan dukungan pada perempuan untuk berkiprah dan memenangkan politik. Yaitu, harus dimulai pendidikan politik dari keluarga. Kemudian anak perempuan yang mengikuti pendidikan sejak sekolah didorong untuk aktif berorganisasi. Ketiga, melakukan advokasi terhadap kaum perempuan supaya terpanggil untuk berpartisipasi dalam politik. Keempat, mempersiapkan anak perempuan sejak dini untuk terpanggil masuk dalam dunia politik dan terakhir memberikan pencerahan pada perempuan supaya aktif dalam kegiatan politik,” jelasnya.

Padahal kata dia, kaum perempuan memiliki peluang dan kesempatan yang besar untuk berpartisipasi dalam dunia politik.

“Tidak hanya menjadi penggembira seperti selama ini. Apalagi sekarang peluang perempuan semakin terbuka untuk menjadi pemain, bukan lagi sekedar partisipasi pasif,” pungkasnya. (Nys/ADV Diskominfo Kaltim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *