Target Pemenuhan 30 Persen Perempuan Dalam Pemilu Belum Tercapai

SAMARINDA- Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kaltim Sufian Agus mendorong masyarakat berpartisipasi dalam Pemilu sebagai upaya mewujudkan sukses pilkada serentak 2024.

Hal itu disampaikannya saat menjadi narasumber kegiatan Sosialisasi Pendidikan Politik Bagi Perempuan, dalam rangka peningkatan partisipasi pemilih pada Pemilu serentak tahun 2022, yang dilaksanakan di Ballroom Hotel Aston lantai 17 Samarinda, Rabu (8/6/2022).

Dia memaparkan, 4 indikator agar suksesnya pelaksanaan Pilkada serentak, yaitu:
1. Tahapan Pilkada berjalan lancar, aman, damai dan tertib Prokes.
2. Partisipasi pemilih masyarakat meningkat dari Pilkada sebelumnya.
3. Tidak ada konflik antar calon atau tim sukses.
4. Terpilihnya pemimpin yang amanah dan berkualitas.

Sebagai upaya menciptakan situasi dan kondisi kondusif menghadapi Pilkada serentak 2024, dirinya meminta hubungan kerjasama dan komunikasi melalui Forkopimda, tokoh agama, tokoh masyarakat dan segenap elemen masyarakat dapat berjalan.

Termasuk monitoring penyelenggaraan Pilkada untuk memantau permasalahan yang muncul, sekaligus memberi solusi penyelesaian sesuai tugas dan kewenangan.

“Deteksi dini, cegah dini dan lapor cepat potensi ancaman stabilitas daerah. Kemudian, memfasilitasi forum dengan melibatkan Toga dan Toma dalam menjaga kondusifitas wilayah, ” katanya.

Disinggung mengenai keterwakilan perempuan dalam politik, diakui Sufian Agus memang masih sangat minim. Target pemenuhan 30 persen perempuan dalam Pemilu juga sulit dicapai. Ini terlihat dari jumlah perempuan yang duduk sebagai Legislatif, baik di tingkat DPR RI, DPRD Provinsi maupun kabupaten/kota.

Dia merincikan, persentase keterwakilan perempuan di Legislatif kabupaten/kota di Kaltim periode tahun 2019-2024, yakni :
1. Samarinda : laki-laki 38 orang, perempuan 7 orang atau 15,56 persen.
2. Bontang : laki-laki 22 orang, perempuan 3 orang atau 12,00 persen.
3. Balikpapan : laki-laki 36 orang, perempuan 9 orang atau 20,00 persen.
4. Kutai Timur : laki-laki 34 orang, perempuan 6 orang atau 15,00 persen.
5. Berau : laki-laki 25 orang, perempuan 5 orang atau 16,67 persen.
6. Paser : laki-laki 24 orang, perempuan 6 orang atau 20,00 persen.
7. PPU : laki-laki 24 orang, perempuan 1 orang atau 4,00 persen.
8. Kukar : Laki-laki 38 orang, perempuan 7orang atau 15,56 persen.
9. Kubar : laki-laki 22 orang, perempuan 2 orang atau 12,00 persen
10. Mahulu : laki-laki 12 orang, perempuan 8 orang atau 40,00 persen.

“Kenyataannya, keterwakilan perempuan di DPRD kabupaten/kota dan Provinsi hasil Pemilu hanya 16,82 persen dari 30 persen yang diharapkan. Di kursi DPRD Kaltim hanya ada 11 perempuan dari total anggota dewan 55 orang. Sedangkan kabupaten/kota terdapat 63 perempuan dan 322 laki-laki, hanya Mahulu yang mencapai 40 persen perempuan, ” tandasnya. (Nys/ADV Diskominfo Kaltim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *