SAMARINDA – Ketua Komisi IV DPRD Kaltim Akhmed Reza Fachlevi menilai bantuan dana alokasi khusus (DAK) yang dikucurkan oleh pemerintah pusat untuk revitalisasi Taman Budaya dan Museum yang ada di Kaltim masih sangat kecil, dibanding jumlah kebutuhan anggaran yang diperlukan.
“Anggaran DAK Rp 6 miliar untuk revitalisasi pemeliharaan biasa. Intinya, dengan dana DAK ini sangat kecil yang diberikan pusat, karena jumlah Museum kita dan kebudayaan di Kaltim ini lebih dari pada yang ada. Seperti di Kukar, Paser, Berau dan lainnya, ” ujarnya, Selasa (4/10/2022).
Reza mengatakan, budaya menjadi suatu tradisi yang harus dijaga dan dilindungi, agar dapat bertahan sepanjang waktu. Selain itu juga untuk menonjolkan eksistensi, baik dalam event nasional maupun internasional.
Oleh sebab itu, kata dia, dengan anggaran DAK yang diberikan oleh pusat tersebut, pemerintah provinsi maupun kabupaten/kota didorong untuk juga ikut membantu kegiatan Taman Budaya dan Museum.
“Ini penting, berbicara tentang kesenian daerah dalam arti luas ini banyak, termasuk budaya. Sehingga dengan dana DAK yang hanya untuk pemeliharaan saja, tidak bisa untuk membangun ulang. Kalau tidak salah di Museum Kukar hanya mendapatkan Rp 2 miliar dan Taman Budaya Rp 1,7 miliar. Oleh sebab itu ke depan diharapkan Pemprov dan kabupaten/kota bisa lebih membantu kegiatan mereka, ” ujarnya.
Reza menyebut, baru-baru ini pihaknya telah melakukan dialog bersama Ketua Komite Seni dan Budaya terkait kebudayaan. Sehingga banyak informasi yang terima Komisi IV mengenai pentingnya pelestarian seni dan budaya lokal yang dimiliki.
“Mereka minta untuk dilindungi kebudayaan ini dan adanya regenerasi. Pemerintah juga harus menciptakan ruang kepada teman-teman pecinta seni, untuk mengeksplorasi diri hingga tingkat nasional dan internasional, ” pungkasnya. (Nys/Adv/DPRDKaltim)
