Kasus DBD Meningkat di Kaltim, Ananda Emira Moeis : Perlu Ada Atensi Pemkot dan Kabupaten/Kota

SAMARINDA – Meningkatnya kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kaltim mengundang keprihatinan Anggota Komisi IV DPRD Kaltim Ananda Emira Moeis.

Terlebih, Kaltim masuk dalam 10 besar provinsi dengan kasus tertinggi DBD. Padahal, Kaltim bersiap menjadi Ibukota Negara IKN Nusantara.

Legislator Karang Paci ini meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim untuk dapat memberikan atensi yang lebih terhadap peningkatan kasus DBD di Kaltim, mengingat saat ini 9 kabupaten/kota telah berstatus zona merah, hanya Kabupaten Paser yang masih berstatus zona hijau.

“Seperti di Samarinda dan Balikpapan sudah meningkat, saya meminta agar pemerintah provinsi bersama dengan Kabupaten/kota memberikan perhatian serius. Termasuk masyarakat, mari kita sama-sama menjaga lingkungan. Apalagi di Samarinda saya dapat informasi bahwa ada beberapa wilayah yang pandemik, ” katanya, Selasa (4/10/2022).

Politisi dari partai PDIP ini meminta agar upaya pencegahan DBD digencarkan, khususnya fogging dan pemberian obat pembasmi jentik nyamuk.

“Dari Puskesmas langsung turun untuk fogging dan itu butuh kerjasama antara pemerintah dan masyarakat. Pemerintah harus sigap dan masyarakat juga harus tetap menjaga agar tidak terjangkit, ” pesan Ananda.

Dia mencontohkan, nyamuk Aedes Aegypti penyebab Demam Berdarah ini senang dengan air jernih. Biasanya bertelur di tempat-tempat genangan air yang bersih.

“Kalau di kamar mandi tidak boleh ada jentik, di kebun atau segala macam, sampah harus dikubur, apalagi sampah basah. Jadi harus saling menjaga kebersihan, saling bergotong-royong, ” pesannya.

Ditanya mengenai anggaran yang disiapkan untuk penanganan DBD di Kaltim, diakui Ananda, pihaknya secara khusus memang belum mengalokasikan anggaran untuk DBD. Namun dia memastikan DPRD Kaltim akan memberikan suport kepada pemerintah provinsi maupun kabupaten/kota untuk melakukan penanganan.

“Kita pastikan DPR akan suport untuk penanganannya, ” tandasnya. (Nys/Adv/DPRDKaltim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *