SAMARINDA – Rencana Pemkot Samarinda untuk menyiapkan jaringan transportasi umum yang lebih modern bagi warga Samarinda mendapat respons dari DPRD Samarinda. Ketua Komisi III DPRD Samarinda, Angkasa Jaya Djoerani mengaku menyambut baik keinginan baik yang digagas pemerintah. Namun ia menginginkan, agar pemerintah bisa melakukan persiapan yang matang di seluruh aspek.
“Karena tujuannya baik, untuk masyarakat. Jadi pasti akan kami dukung. Tapi catatan kami di bagian persiapan. Itu yang harus benar-benar matang,” tegasnya.
Jaringan transportasi modern yang dimaksud pemerintah berupa bus umum bertenaga listrik. Rencana tersebut dianggap mendukung program Pemerintah Indonesia untuk menggunakan energi hijau secara lebih masif melalui kendaraan-kendaraan yang ada.
Angkasa menambahkan, salah satu persiapan yang menurutnya harus dilakukan Pemkot Samarinda adalah menjalin kerja sama dengan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) yang ada di Samarinda. Selain itu, tentunya pemerintah daerah wajib untuk mensosialisasikan keberadaan fasilitas transportasi umum tersebut kepada masyarakat.
“Jadi masyarakat kita tahu, kalau Samarinda punya transportasi umum yang lebih memadai. Bahkan lebih penting, transportasi umumnya ini pakai kendaraan listrik,” lanjutnya.
Untuk informasi, Pemkot Samarinda memang berencana menyediakan 15 unit bus listrik yang akan beroperasi di dalam kota Samarinda dengan trayek yang sudah ditentukan. Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Samarinda, Hotmarulitua Manalu menyebut pihaknya tengah melakukan pertemuan dengan sejumlah vendor bus.
Proyek transportasi umum rencananya akan diusulkan dalam pembahasan APBD 2024 mendatang, dengan alokasi anggaran sekitar Rp65 miliar. Puluhan miliar anggaran tersebut tidak hanya diperuntukkan bagi pengadaan bus. Namun juga mencakup pembiayaan upah supir, bahan bakar, dan sarana prasarana pendukung. (ADV/DPRD Kota Samarinda)
