SAMARINDA – Keputusan untuk memindahkan Ibu Kota dari DKI Jakarta ke Penajam Paser Utara (PPU) di Kaltim menjadikan Samarinda sebagai salah satu daerah yang akan menyangga IKN. Sebagai buffer zone, Ketua DPRD Samarinda Sugiyono, meminta agar Pemkot Samarinda bisa melakukan pembenahan di seluruh aspek. Ini dilakukan dalam rangka mempersiapkan diri menyambut IKN.
Ia membeberkan bahwa aspek agama, sosial, ekonomi dan budaya menjadi hal penting yang harus dioptimalkan dalam menyusun pembangunan di Kota Tepian, terutama berkaitan dengan perpindahan ibu kota ke Benua Etam. Generasi muda terutama, juga dimintanya untuk bersiap.
“Bagaimanapun juga, nanti yang akan menikmati IKN ini mereka (generasi muda). Jadi mereka yang sebenarnya harus lebih bersiap,” ungkapnya.
Sugiyono mengungkapkan, dengan pindahnya IKN ke Kaltim, maka akan ada perpindahan atau migrasi penduduk dalam skala yang besar. Tak menutup kemungkinan, ke depannya Samarinda akan jadi salah satu daerah yang menjadi tujuan dari migrasi tersebut. Karena itu, Sumber Daya Manusia (SDM) harus tumbuh dengan berdaya saing.
“Generasi muda di Kaltim, khususnya di Samarinda harus bisa menyesuaikan diri. Tapi, jangan hanya menyesuaikan diri. Namun juga meningkatkan kapasitas dan kualitas agar tidak jadi penonton di rumah sendiri,” sambungnya.
Samarinda tentu memiliki tantangan tersendiri. Karena tak seperti Kaltim yang sudah tersohor sebagai daerah penghasil Sumber Daya Alam (SDA) di Indonesia. Karena itu, peran generasi muda sangat penting untuk memperkenalkan Samarinda ke masyarakat luas. (ADV/DPRD Kota Samarinda)
