Panen raya padi Kelompok Tani Harapan Baru di Kelurahan Makroman Kecamatan Sambutan, Samarinda, Kaltim, Jumat (10/2/2017). (istimewa)
SAMARINDA – Wakil Ketua DPRD Kaltim, Muhammad Samsun menegaskan agar Kaltim tidak hanya menggantungkan nasib pada salah satu sektor saja. Seperti yang terjadi selama ini, Kaltim menjadikan minyak dan gas (migas) serta batu bara sebagai tumpuan utama dalam perkembangan perekonomian Kaltim.
Menurut Samsun, sektor-sektor lain tak kalah potensial untuk dikembangkan. Seperti misalnya sektor pertanian yang menurutnya memiliki prospek pasar yang menjanjikan. Karena itu, menurutnya, sudah seyogyanya Pemprov Kaltim mulai fokus dalam pengembangan sektor pertanian.
“Nanti saat IKN sudah resmi pindah di Kaltim, akan ada pertambahan jumlah penduduk dalam skala besar. Ini jadi tantangan sekaligus peluang,” terang dia, Sabtu (21/10/2023).
Peluang yang ia maksud berkaitan dengan program pemenuhan kebutuhan pangan bagi para pendatang itu. Pertambahan jumlah penduduk dikatakannya akan dibarengi dengan peningkatan kebutuhan pangan. Sehingga tak salah jika Kaltim meningkatkan keseriusan merka dalam program-program penguatan ketahanan pangan.
Samsun menyebut, seluruh fraksi di DPRD Kaltim sudah meminta agar porsi anggaran dalam sektor pertanian bisa ditingkatkan. Hal tersebut disampaikan kepada pemerintah dalam pembahasan perubahan APBD beberapa waktu lalu.
“Insya Allah sudah direalisasikan. Alokasi anggaran untuk pertanian mendapatkan tambahan. Tapi belum tau rinciannya berapa,” tutupnya. (dtn/ADV DPRD Kaltim)
