KUKAR – Petani milenial di Kelurahan Maluhu, Kecamatan Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) tidak hanya mengandalkan lahan sawah, tetapi juga memanfaatkan lahan pekarangan untuk bercocok tanam. Mereka bahkan mendapat kesempatan belajar pertanian ke Jepang dan Thailand karena prestasinya dalam bidang pertanian.
Salah satu prestasi yang menonjol adalah menanam semangka berbentuk boneka dan kotak. Hal ini dilakukan dengan menggunakan ilmu tertentu agar semangka tidak harus bulat dan memiliki nilai seni. Semangka unik ini banyak diminati oleh pembeli meskipun rasanya sama dengan semangka biasa.
Selain itu, petani milenial Maluhu juga mengembangkan sistem hidroponik untuk menanam sayuran dan bunga tanpa tanah. Sistem ini dapat meningkatkan perekonomian mandiri masyarakat dengan memanfaatkan lahan pekarangan rumah.
Lurah Maluhu, Tri Joko Kuncoro mengapresiasi semangat dan kreativitas petani milenial di kelurahannya. Ia juga berterima kasih atas dukungan pemerintah pusat dan daerah dalam memberikan fasilitas dan pelatihan bagi petani milenial.
“Kami punya petani milenial yang belajar pertanian sampai ke Jepang dan Thailand. Ini menandakan bahwa bertani itu tidak hanya dimonopoli oleh orang tua dan dapat menghasilkan pemasukan,” ujarnya, Jumat, (27/10/2023).
Ia berharap, petani milenial Maluhu dapat menjadi contoh dan inspirasi bagi generasi muda lainnya untuk menggeluti dunia pertanian.
“Saya bangga dengan petani milenial kami. Mereka membuktikan bahwa bertani itu menyenangkan dan menguntungkan,” pungkasnya.(ADV/Diskominfo Kukar)
