Buaya Riska Bisa Dikembalikan ke Bontang, Tapi Harus Dibuatkan Penangkaran Sendiri

Pak Ambo bersama Buaya Riska saat masih di habitatnya di perairan Bontang. (ist)

BONTANG – Kencangnya wacana pengembalian Buaya Riska ke habitatnya di perairan Bontang mendapat pro dan kontra.

Dimana, ada yang setuju dan adapula yang menolah. Bahkan, ada juga sebagian masyarakat yang setuju namun dengan beberapa catatan.

Terlebih, wacana pengembalian Buaya Riska ke habitatnya lebih mencuat usai kunjungan istri Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian, yakni Tri Suswati ke penangkaran Buaya Teritip Balikpapan untuk menjenguk Buaya Riska bersama Ambo yang memelihara Buaya Riska beberapa hari lalu.

Menanggapi persoalan itu, Ketua DPRD Bontang Andi Faizal Sofyan Hasdam turut angkat suara.

Andi Faizal mengungkapkan perlu adanya pertimbangan secara matang untuk mengembalikan Buaya Riska ke perairan Bontang.

“Jangan sampai nanti ini menjadi polemik dikemudian hari,”ujarnya, Jumat (27/10/2023).

Bahkan, jika memang buaya Riska akan dikembalikan ke Bontang, dirinya lebih menyarankan pemerintah untuk membuat penangkarannya sendiri.

Ia mengatakan, harus ada juga pertimbangan untuk keamanan masyarakat, sehingga keputusan yang diambil tetap mengedepankan keselamatan warga.

“Kalau memang mau merawat buaya, silakan urus izinnya dan penangkaran terlebih dahulu,” ucap Andi Faizal.

Tepisah, Kepala BKSDA Kaltim, Ari Wibawanto pun sempat memberi saran untuk dibuatkan penangkaran sendiri jika ingin mengembalikan buaya Riska ke Bontang.

Kami tidak mempermasalahkan jika buaya Riska dikembalikan lagi ke Bontang. Tapi ada syarat-syarat yang mesti dipenuhi, salah satunya membuat penangkaran sendiri,” katanya.

Untuk teknisnya kata Ari, bisa menyesuaikan dengan luasan penangkaran itu sendiri, jika lebih dari 5 hektar maka harus memiliki Amdal.

“Aturannya ada, misalnya mau dibentuk kebun binatang mini tinggal dibuat perjanjian kerja samanya,” tutup Ari. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *