Kantor Gubernur Kaltim (ist).
SAMARINDA – Wakil Ketua DPRD Kaltim, Seno Aji menegaskan agar Pemprov Kaltim bisa melakukan penyusunan dan perencanaan program dengan lebih matang. Ia meminta agar semua proyek yang akan dikerjakan di 2024 nanti sudah matang sebelum eksekusi dilakukan.
Selain menuntut perencanaan yang lebih matang, Seno juga meminta agar Pemprov Kaltim bisa mengevaluasi proses lelang dan pengadaan. Menurutnya, tahapan lelang dan pengadaan harus dilakukan lebih awal untuk memberikan waktu yang cukup bagi pihak ketiga mengerjakan proyek yang ada.
“Kalau bisa awal tahun sudah bisa melakukan lelang dan pengadaan. Supaya waktu pengerjaan tidak mepet,” tegasnya, Jumat (3/11/2023).
Seno melanjutkan, proyek-proyek berskala besar tentunya membutuhkan waktu yang tidak sebentar untuk pengerjaannya. Jika proses lelang berjalan lambat dan berlarut-larut, maka pihak ketiga selaku pemenang lelang pasti akan kesulitan menyelesaikan proyek tersebut. Hasilnya, pembangunan yang diharapkan tidak berjalan maksimal, dan realisasi anggaran minim.
“Ini kan salah satu penyebab Silpa (Sisa Lebih Penggunaan Anggaran). Kalau begini terus, pembangunan tidak akan pernah maksimal, alasannya waktu tidak cukup,” sambungnya.
Menurutnya, seluruh pihak yang berkaitan harus bisa mengantisipasi persoalan yang terjadi di setiap tahun anggaran berjalan. Meski demikian, Seno tetap optimisi situasi pembangunan di Kaltim akan lebih optimal di tahun 2024 nanti. Pasalnya, ia di DPRD Kaltim sudah menyiapkan sejumlah langkah untuk mengantispasi Silpa. (dtn/ADV DPRD Kaltim)
