Ketua Komisi IV DPRD Kaltim, Puji Setyowati. (ist)
SAMARINDA – Tahun ini Pemprov Kaltim kembali melakukan rekrutmen terbuka untuk Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Setidaknya ada 4.400 lebih formasi yang dibuka, dan 2.400 lebih di antaranya diperuntukkan untuk mengakomodir guru-guru di Kaltim yang masih berstatus guru honorer.
Namun sayangnya, hingga saat ini jumlah pendaftar untuk formasi guru masih terbilang jauh dari kuota yang diberikan. Ketua Komisi IV DPRD Kaltim, Puji Setyowati menuturkan baru ada 1.700-an pendaftar yang meregistrasikan diri mereka ke formasi itu.
“Padahal kalau ditelusuri, kebutuhan guru di Kaltim masih sangat tinggi. Begitu juga dengan jumlah guru yang belum berstatus PNS,” terangnya, Kamis (9/11/2023).
Karena itu, ia pun meminta kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) dan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kaltim untuk bisa menemukan alasan di balik itu semua. Ia meminta agar persoalan tersebut bisa lekas ditemukan penyebabnya.
“Apakah karena kebutuhan guru sudah terpenuhi, atau ada banyak kendala yang harus dihadapi oleh para tenaga honorer dalam proses pendaftarannya, atau alasan-alasan lain,” sambungnya.
Jika memang ada kendala administrasi ataupun lain-lain, ia meminta agar pihak terkait bisa membantu dan mendampingi para guru honorer sehingga bisa mendaftarkan diri mereka ke formasi itu. Menurutnya formasi guru dalam PPPK sengaja diperuntukkan dan diprioritaskan untuk guru dan tenaga pengajar yang berstatus honorer dengan masa pengabdian lebih dari lima tahun. (ADV DPRD Kaltim)
