SAMARINDA – Mindset atau pola pikir orang tua yang menganggap bahwa beberapa sekolah di Samarinda sebagai ‘Sekolah Favorit’ rupanya masih belum bisa hilang sepenuhnya. Anggota Komisi IV DPRD Samarinda, Ahmat Sopian Noor menerangkan bahwa pola pikir seperti ini tentunya memberikan dampak tersendiri bagi pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di setiap tahun ajaran baru.
“Karena bisa dilihat, masih banyak orang tua yang sengaja bahkan ngotot mendaftarkan anak-anak mereka di sekolah yang dianggap sebagai ‘Sekolah Favorit’. Padahal sekarang sistemnya sudah berbeda,” ujar Sopian.
Ia menegaskan, bahwa sejatinya seluruh sekolah di Samarinda sebenarnya setara, dan tidak ada sekolah yang lebih bagus antara sekolah yang satu dengan sekolah yang lain. Terutama, saat ini sistem pembelajaran sudah berangsur menerapkan Kurikulum Merdeka. DItambahkannya, tujuan utama dari pendidikan adalah meningkatkan kreatifitas para siswa.
“Ini yang masyarakat perlu untik tahu. Bahwa di kurikulum baru ini, semua metode belajar akan difokuskan pada pengembangan karakter siswa,” sambungnya.
Untuk informasi, Kurikulum Merdeka diluncurkan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbud Ristek) pada Februari 2022 silam. Kurikulum Merdeka merupakan bagian dari program Merdeka Belajar yang diciptakan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Kurikulum Merdeka berfokus pada materi yang esensial dan pada pengembangan karakter Profil Pelajar Pancasila. (ADV/DPRD Kota Samarinda)
