El Nino Ganggu Hasil Panen, DPRD Kaltim Angkat Bicara

Anggota DPRD Kaltim, Safuad. (ist)

SAMARINDA – Sektor pertanian di Kaltim harus berhadapan dengan fenomena El Nino yang terjadi selama beberapa bulan terakhir. Hasilnya, produksi pertanian di sejumlah wilayah di Bumi Mulawarman pun merasakan dampaknya. Di Kutai Timur misalnya, terjadi penurunan hasil panen dengan angka yang cukup signifikan.

Anggota DPRD Kaltim, Safuad pun meminta kepada pemerintah untuk mengambil solusi dari musibah yang terjadi. Ia meminta pemerintah untuk bisa memikirkan persoalan yang harus dihadapi para petani.

“Pemerintah daerah, termasuk pemerintah provinsi harus bisa memikirkan dampak El Nino yang dierita petani. Harus dikoordinasikan penanganannya,” tegas Safuad, Sabtu (11/11/2023).

Penurunan hasil produksi pertanian tentunya memiliki kaitan erat dengan pemenuhan dan ketersediaan kebutuhan pangan di daerah. Karenanya, isu krisis pangan pun berpotensi terjadi jika hal ini tak lekas ditangani.

Di tingkat pemerintah pusat, Kementerian Pertanian sudah menyiapkan program untuk meminimalisir dampak El Nino dengan antisipasi dini, adaptasi, mitigasi dan kolaborasi. Mitigasi yang dilakukan salah satunya dengan memastikan suplai air ke sawah-sawah bisa terjaga.

“Untuk melaksanakan program ini, diperlukan peran pemerintah. Karena petani pasti terbatas peralatannya untuk bisa mendapatkan suplai air,” sambungnya,

Sebagai informasi, El Nino merupakan fenomena pemanasan Suhu Muka Laut (SML) di atas kondisi normal yang terjadi di Samudera Pasifik bagian tengah. Pemanasan SML meningkatkan potensi pertumbuhan awan di Samudera Pasifik sehingga mengurangi curah hujan di Indonesia. (ADV DPRD Kaltim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *