Puji Respons Isu Pungutan di Sekolah

SAMARINDA – Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Sri Puji Astuti angkat bicara terkait isu adanya pungutan di beberapa sekolah. Diinformasikan bahwa sekolah memungut sejumlah uang kepada orang tua/wali murid. Menurutnya, sumbangan atau iuran yang diminta dikarenakan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang ada di sekolah tidak mampu membiayai kebutuhan di dunia pendidikan.

“Karena sebenarnya tidak ada sekolah gratis, misalnya anak-anak yang dapat beasiswa, itu juga mereka tetap bayar, tapi yang membayar yang memberikan beasiswa,” terangnya.

Puji menerangkan, biaya yang ditanggung BOS daerah maupun BOS nasional itu hanya di kisaran Rp900 ribu sampai Rp1 juta. Sementara kebutuhan setiap siswa, rata-rata mencapai Rp5 juta. Selisih tersebutlah yang menjadi dasar munculnya permintaan atau pungutan dari sekolah ke orang tua.

“Tapi toh ini sifatnya sumbangan, tidak ada sanksi kalau tidak bayar. Misalnya memang tidak mampu, silakan komunikasikan saja ke sekolah,” lanjut Puji

Kepada pihak sekolah, Puji meminta agar seluruh permohonan bantuan yang disampaikan kepada orang tua/wali harus benar-benar disampaikan dengan jelas. Mulai dari keperluan dan peruntukkannya, termasuk alasan mengapa pihak sekolah sampai memungut orang tua.

Sedangkan kepada para orang tua/wali murid, ia meminta agar mereka bisa sedikit memberikan pemakluman. Jika memang ada orang tua/wali yang merasa tidak sanggup membayar iuran yang diminta sekolah, ia mempersilakan untuk mengomunikasikan hal tersebut dengan pihak sekolah.

“Sekolah juga jangan cuek, atau pukul rata. Sambil dilihat kemampuan orang tua murid,” pungkasnya. (ADV/DPRD Kota Samarinda)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *