Deni Harap Status KLA Bisa Turunkan Kasus Kekerasan Terhadap Anak di Samarinda

SAMARINDA – Sekretaris Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda, Deni Hakim Anwar, menyatakan bahwa masih ada beberapa tantangan terkait dengan kesejahteraan anak.

Ketika berbicara tentang anak, tentunya masih belum optimal sepenuhnya.

“Ini berarti semua sedang dalam upaya, termasuk Samarinda yang saat ini berusaha menjadi kota ramah anak dan kota layak anak (KLA),” ungkap Deni pada Minggu (21/1/2024).

Deni mengungkapkan bahwa saat ini pemerintah kota (pemkot) sedang berusaha meningkatkan status nindya menjadi utama.

“Hanya saat ini, masih ada standarisasi yang belum terpenuhi. Misalnya, kita sudah memiliki taman bermain anak di beberapa kecamatan,” jelasnya.

Taman bermain anak ini sudah dibangun di 10 kecamatan, dan fasilitas untuk anak juga sudah tersedia di berbagai kantor pelayanan.

“Pelayanan ramah anak sebenarnya sudah ada di kecamatan, rumah sakit, fasilitas kesehatan, dan puskesmas juga,” tambahnya.

Pemkot secara bertahap berusaha memenuhi kebutuhan anak-anak. Saat ini, yang paling penting adalah memastikan setiap anak mendapatkan kehidupan yang layak.

“Selain itu mendapatkan pendidikan yang baik, serta mendapatkan perlindungan yang maksimal. Oleh karena itu, fokus utama pemkot sebagai perpanjangan tangan dari pemerintah pusat,” terangnya.

Deni berharap bahwa dengan Samarinda meraih status KLA, hal ini juga dapat menurunkan kasus kekerasan terhadap anak.

“Belakangan ini, kita temui beberapa kasus kekerasan terhadap anak. Hal ini mungkin disebabkan masih banyak kasus yang sulit terdeteksi,” katanya.

Ia berharap peran seluruh pihak, Baik dari orang tua, pemerintah, dan struktural lainnya dalam merealisasikan KLA. (ADV/DPRD Kota Samarinda)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *