SAMARINDA – Sri Puji Astuti, Ketua Komisi IV DPRD Samarinda mengatakan, penerapan Kurikulum Merdeka di Kota Samarinda di bawah pengawasan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud), yang merupakan langkah inovatif dari Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek), hampir mencapai tingkat 90 persen.
Secara khusus capaian ini menurutnya mencerminkan perkembangan positif dalam sektor pendidikan di wilayah Samarinda.
Perempuan yang kerap disapa Puji ini memberikan apresiasi terhadap keberhasilan implementasi kurikulum baru ini. Ia mengakui, penerapan kurikulum ini memberi kontribusi besar terhadap kemajuan pendidikan di Kota Samarinda.
Meskipun memberikan apresiasi, ia juga menyoroti pentingnya fokus pada penyediaan sarana dan prasarana yang memadai, dukungan untuk Sumber Daya Manusia (SDM), dan ketersediaan buku pelajaran berkualitas sebagai faktor penentu.
“Kolaborasi yang baik antara pemerintah, sekolah, guru, dan orang tua menjadi kunci utama dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Kota Samarinda,” jelas Puji, Senin (22/1/2024).
Dalam pandangannya, kerjasama yang efektif akan memastikan adanya sarana dan prasarana yang memadai, dukungan untuk Sumber Daya Manusia, dan buku pelajaran berkualitas.
Ia yakin bahwa melalui kerjasama yang baik, pendidikan di Kota Tepian ini akan terus berkembang dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.
Selain memberikan apresiasi, Puji juga menyoroti sejumlah tantangan yang masih dihadapi oleh beberapa sekolah di kota tersebut.
“Sarana dan prasarana, SDM, dan buku pelajaran masih membutuhkan perhatian serius dari pemerintah pusat dan daerah,” ujarnya.
Ia menegaskan peran penting guru dan kepala sekolah dalam mendorong penerapan Kurikulum Merdeka.
“Meski sebagian besar telah beralih ke Kurikulum Merdeka Belajar, beberapa masih memerlukan dukungan lebih lanjut dari pemerintah pusat dan daerah,” pungkasnya. (ADV/DPRD Kota Samarinda)
