Teks Foto : ILUSTRASI – STOP PERUNDUNGAN/ BULLYING. (ist)
Integritaskaltim.com, Samarinda – Wakil Ketua Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda, Sani Bin Husain, menyoroti pentingnya kerja sama antara orang tua dan guru dalam mencegah terjadinya bullying di sekolah.
Sani mengidentifikasi tiga faktor utama yang menyebabkan bullying masih terjadi di lingkungan sekolah.
“Ada tiga faktor utama penyebab bullying. Pertama, pengawasan guru di sekolah yang lemah. Ketika anak-anak disakiti atau diintimidasi, sering kali tidak ada perhatian dari guru,” ujar Sani pada Kamis (29/6/2024).
Faktor kedua, menurut Sani, adalah pengaruh lingkungan atau tontonan. Anak-anak yang sering menonton adegan kekerasan cenderung meniru perilaku tersebut dan mempraktikkannya pada teman-teman mereka.
“Faktor ketiga adalah pendidikan di rumah. Kurangnya perhatian dan pengajaran yang baik di rumah membuat anak-anak membawa kebiasaan buruk tersebut ke sekolah,” jelasnya.
Sani menekankan bahwa untuk mengatasi masalah ini, diperlukan kolaborasi yang erat antara guru dan orang tua. Ia menekankan bahwa bullying harus diatasi dengan serius dan tidak boleh dianggap sebagai hal biasa.
“Ketiga faktor ini mempengaruhi terjadinya bullying di sekolah. Namun, apapun penyebabnya, bullying harus diatasi dengan serius,” tambahnya.
Sani juga meminta agar perilaku bullying tidak dinormalisasi, baik di sekolah maupun di lingkungan rumah. Ia mendesak orang tua untuk berani melaporkan kejadian bullying kepada pihak sekolah.
Sani mengingatkan agar kejadian tragis akibat bullying, seperti anak yang tidak mau sekolah atau bahkan melakukan tindakan nekat, tidak terulang lagi.
“Jangan sampai korban bullying melakukan tindakan nekat seperti melompat dari lantai empat, seperti yang pernah terjadi. Kita harus memastikan anak-anak merasa aman dan nyaman di sekolah,” pungkasnya.(wan/ADV/DPRD SMD)
