Kepala Bidang Inovasi, Teknologi, dan Pengkajian Pengaturan Bapelitbang PPU, Anita Megawati
PENAJAM – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) terus mendorong perencanaan pembangunan yang berbasis kajian dan kebutuhan masyarakat. Salah satunya melalui kajian kawasan kumuh di Desa Jenebora dan Desa Gersik, Kecamatan Penajam, yang tengah dilakukan Badan Perencanaan, Penelitian, dan Pengembangan (Bapelitbang) PPU.
Kajian ini diarahkan untuk menghasilkan rekomendasi kebijakan yang dapat menjadi acuan pemerintah daerah dalam menentukan langkah penanganan permukiman. Tidak hanya mengidentifikasi luasan kawasan, penelitian tersebut juga menelaah berbagai faktor yang memengaruhi kondisi permukiman di kedua wilayah.
Kepala Bidang Inovasi, Teknologi, dan Pengkajian Pengaturan Bapelitbang PPU, Anita Megawati, mengatakan proses kajian masih berjalan. Saat ini, tim penyusun tengah menyiapkan laporan pertengahan sebelum melanjutkan penyelesaian laporan akhir yang ditargetkan rampung pada November atau Desember 2026.
“Saat ini masih dalam proses kajian. Kami sedang menyusun laporan pertengahan, sedangkan hasil lengkapnya baru bisa disampaikan setelah laporan akhir selesai,” ungkap Anita. Kamis, (15/10/2026).
Menurutnya, hasil kajian nantinya diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih komprehensif mengenai persoalan permukiman di Jenebora dan Gersik. Dengan demikian, pemerintah daerah memiliki dasar yang lebih terukur untuk menentukan bentuk intervensi sesuai karakteristik dan kebutuhan masing-masing kawasan.
Untuk memperkuat pemanfaatan hasil penelitian, Bapelitbang PPU juga menyiapkan penyusunan policy brief atau policy paper. Dokumen tersebut akan merangkum temuan penting, kesimpulan, serta rekomendasi agar dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam proses perumusan kebijakan pembangunan daerah.
Anita menegaskan, rekomendasi yang dihasilkan dari kajian tidak serta-merta langsung dilaksanakan. Pemerintah tetap harus menyesuaikan prioritas penanganan dengan kemampuan keuangan daerah, tingkat urgensi persoalan, serta kebutuhan dasar masyarakat.
Di tengah kebijakan efisiensi anggaran, perencanaan yang tepat sasaran menjadi penting agar sumber daya yang tersedia dapat dimanfaatkan secara optimal. Karena itu, hasil penelitian diharapkan membantu pemerintah dalam menyusun skala prioritas sekaligus menentukan tahapan penanganan yang realistis.
Melalui langkah ini, Bapelitbang PPU berupaya memperkuat peran penelitian sebagai landasan pengambilan keputusan. Hasil kajian kawasan kumuh Jenebora dan Gersik diharapkan dapat mendukung arah pembangunan Kabupaten PPU di bawah kepemimpinan Bupati Mudyat Noor dan Wakil Bupati Abdul Waris Muin, khususnya dalam mendorong penanganan permukiman yang lebih terencana, sesuai kebutuhan masyarakat, dan mempertimbangkan kemampuan daerah. (ADV)
