Enam Usaha Perempuan Penerima Bantuan WRSE di Sepaku Masih Berjalan, Dinsos PPU Pantau Keberlanjutannya

Dok. Dinsos PPU

PENAJAM – Keberlanjutan usaha menjadi salah satu indikator penting dalam menilai keberhasilan program pemberdayaan ekonomi masyarakat. Hal tersebut menjadi perhatian Dinas Sosial Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) melalui kegiatan monitoring dan evaluasi terhadap penerima bantuan Wanita Rawan Sosial Ekonomi (WRSE) di Kecamatan Sepaku, Kamis (5/11/2026).

Pemantauan ini dilakukan untuk memastikan bantuan yang telah disalurkan tidak berhenti sebagai dukungan sesaat, tetapi mampu menjadi modal bagi perempuan penerima manfaat dalam mempertahankan dan mengembangkan usaha produktif.

Berdasarkan hasil monitoring di lapangan, terdapat enam penerima bantuan WRSE yang menjadi sasaran evaluasi. Mereka tersebar di tiga desa dan kelurahan, yakni Kelurahan Maridan sebanyak tiga orang, Kelurahan Pemaluan dua orang, serta Desa Telemow satu orang.

Hasil pemantauan menunjukkan seluruh penerima bantuan di wilayah tersebut masih menjalankan usaha masing-masing. Kondisi ini menjadi perkembangan positif karena usaha yang dirintis masih dapat dipertahankan dan berpotensi menjadi sumber penghasilan untuk membantu memenuhi kebutuhan keluarga.

Kepala Dinas Sosial PPU, Ainie menilai, keberlanjutan aktivitas usaha tersebut perlu terus diperhatikan. Sebab, bantuan pemberdayaan ekonomi tidak hanya bertujuan meringankan beban penerima manfaat dalam jangka pendek, tetapi juga diharapkan dapat mendorong kemandirian ekonomi secara bertahap.

Dalam pelaksanaan evaluasi, petugas memantau perkembangan usaha sekaligus melihat bagaimana bantuan yang diberikan dimanfaatkan oleh penerima. Langkah ini penting untuk mengetahui apakah dukungan pemerintah telah memberikan manfaat sesuai tujuan program.

 

“Monitoring dan evaluasi ini menjadi bagian dari upaya Dinas Sosial memastikan bantuan WRSE dimanfaatkan secara optimal. Kami berharap usaha yang dijalankan para penerima manfaat dapat terus bertahan, berkembang, dan menjadi sumber penghasilan bagi keluarga,” ujarnya.

Melalui pemantauan langsung, pemerintah daerah juga dapat memperoleh gambaran mengenai kondisi usaha penerima bantuan setelah program dilaksanakan. Informasi tersebut menjadi bahan evaluasi untuk melihat kebutuhan pendampingan maupun langkah penguatan program pemberdayaan pada masa mendatang.

Program WRSE sendiri diarahkan untuk membantu perempuan yang menghadapi kerentanan sosial ekonomi agar memiliki kesempatan meningkatkan produktivitas dan kemampuan memenuhi kebutuhan hidup. Dukungan terhadap usaha produktif diharapkan dapat memperkuat peran perempuan dalam menopang perekonomian keluarga.

Ainie berharap, enam penerima bantuan di Kecamatan Sepaku tersebut dapat terus mengembangkan usaha yang telah dijalankan. Keberlanjutan usaha mereka diharapkan menjadi bagian dari upaya membangun kemandirian ekonomi masyarakat, khususnya perempuan yang membutuhkan dukungan pemberdayaan.

Dengan evaluasi yang dilakukan secara berkala, pemerintah daerah berupaya memastikan program bantuan sosial tidak hanya berorientasi pada penyaluran, tetapi juga memperhatikan hasil dan manfaat yang dirasakan masyarakat.

“Pada akhirnya, keberhasilan program WRSE diharapkan tercermin dari semakin produktifnya penerima manfaat serta meningkatnya kemampuan keluarga dalam memenuhi kebutuhan hidup secara mandiri,” tutupnya. (ADV)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *