SAMARINDA – Kota Samarinda tengah mengalami hambatan signifikan dalam mengembangkan infrastruktur pendidikan baru akibat keterbatasan lahan yang tersedia.
Mohammad Novan Syahronny Pasie, Sekretaris Komisi III DPRD Samarinda, bilang, meskipun menghadapi keterbatasan lahan untuk pembangunan baru,Novan berharap pemerintah dapat meningkatkan sarana dan prasarana di seluruh satuan pendidikan di Kota Samarinda secara merata.
Fokusnya saat ini adalah pada renovasi dan peningkatan fasilitas sekolah yang sudah ada, mengingat belum ada lahan kosong yang dapat digunakan untuk pembangunan sekolah baru.
Ia mengungkapkan bahwa baik yayasan maupun individu yang berkeinginan mendirikan sekolah baru harus memiliki aset berupa tanah.
“Kami menyadari bahwa setiap upaya pendirian sekolah memerlukan kepemilikan tanah sebagai aset. Pemerintah dapat memberikan dukungan dalam proses pembangunan, tetapi tanpa kepemilikan tanah, pelaksanaan pembangunan menjadi sulit,” ucap pria yang kerap disapa Novan ini, Kamis (11/1/2024).
Menurut Pasie, pembangunan sekolah harus dipertimbangkan dengan serius, terutama jika lokasinya terletak jauh dari pusat kota dan dihadapkan pada tantangan terkait infrastruktur dan pemukiman penduduk.
“Walaupun pembangunan sekolah dianggap sebagai solusi yang baik, kita perlu mempertimbangkan kendala-kendala seperti lokasi yang terpencil dan kebutuhan akan infrastruktur pendukung, seperti jalan,” pungkasnya. (ADV/DPRD Kota Samarinda)
