Pengurus NPCI Kutim Periode 2026-2031 Resmi Dikukuhkan


KUTAI TIMUR – Pengurus National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Kabupaten Kutai Timur masa bakti 2026–2031 resmi dikukuhkan dan dilantik, Muhammad Jibril menjadi ketuanya pada periode ini.

Momentum tersebut menjadi awal pengabdian bagi jajaran pengurus baru dalam memperkuat pembinaan olahraga disabilitas dan mencetak atlet-atlet berprestasi yang mampu bersaing di berbagai tingkat kompetisi.

Dalam sambutannya, Ketua NPCI Provinsi Kalimantan Timur, Suharyanto menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh pengurus yang baru dilantik. Pengurus baru diharapkan dapat menjalankan amanah organisasi dengan penuh tanggung jawab, dedikasi, dan semangat pengabdian untuk memajukan olahraga disabilitas di Kabupaten Kutai Timur.

Menurutnya, pelantikan bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan titik awal untuk membangun organisasi yang profesional, kuat, dan mampu melahirkan atlet-atlet disabilitas berprestasi.

“NPCI merupakan wadah perjuangan dan pembinaan olahraga bagi penyandang disabilitas. Karena itu, pengurus yang baru dilantik diharapkan mampu menghadirkan program-program nyata, memperkuat pembinaan atlet sejak usia dini, meningkatkan kualitas pelatih, serta membangun sinergi dengan pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan,” ujarnya.

Ia menilai Kutai Timur memiliki potensi besar dalam melahirkan atlet-atlet disabilitas yang mampu bersaing di tingkat provinsi, nasional, hingga internasional. Potensi tersebut perlu didukung dengan sistem pembinaan yang terencana, berjenjang, dan berkelanjutan.

Selain itu, salah satu tantangan yang masih dihadapi dalam pembinaan olahraga disabilitas adalah belum terintegrasinya data atlet, pelatih, dan tenaga keolahragaan penyandang disabilitas dari tingkat kabupaten/kota hingga pusat. Kondisi tersebut dinilai berdampak pada optimalisasi pembinaan, pengembangan prestasi, serta pemberian dukungan kepada atlet dan pelatih.

Untuk menjawab tantangan tersebut, NPCI mendukung program digitalisasi melalui integrasi data olahraga disabilitas guna mewujudkan database terpadu di Kalimantan Timur. Program tersebut merupakan bagian dari pengembangan sistem database yang sedang dibangun NPC Indonesia melalui program Jaksa Garda Inklusi (JAGAIN) yang diinisiasi Kejaksaan Agung RI.

Melalui program itu, diharapkan seluruh potensi olahraga disabilitas dapat terdokumentasi dengan baik sehingga pembinaan atlet dapat dilakukan secara lebih efektif dan terarah.

Dalam waktu dekat, NPCI juga akan menghadapi sejumlah agenda penting, termasuk pelaksanaan Pekan Paralimpik Provinsi (Peparprov) V Kalimantan Timur serta Kejuaraan Nasional tahun 2026. Karena itu, pengurus yang baru dilantik diminta segera melakukan pendataan atlet, memperkuat pembinaan cabang olahraga, dan mempersiapkan atlet terbaik untuk mengharumkan nama Kutai Timur dan Kalimantan Timur.

Pada kesempatan tersebut, Suharyanto turut menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Kutai Timur atas dukungan yang selama ini diberikan terhadap pengembangan olahraga disabilitas. Dukungan pemerintah dinilai menjadi faktor penting dalam menciptakan pembinaan yang berkesinambungan dan berprestasi.

Tak hanya itu, masyarakat juga diajak untuk terus memberikan dukungan kepada para atlet penyandang disabilitas. Keterbatasan fisik, menurutnya, bukanlah hambatan untuk meraih prestasi, melainkan motivasi untuk membuktikan kemampuan dan potensi yang dimiliki.

Menutup sambutannya, ia berharap seluruh pengurus NPCI Kutai Timur masa bakti 2026–2031 dapat menjalankan amanah organisasi dengan baik serta membawa kemajuan bagi olahraga disabilitas di daerah.

“Bersatu dalam pengabdian, berprestasi dalam olahraga, dan menginspirasi melalui kesetaraan,” pungkasnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *