Ketua Komisi III DPRD Samarinda Soroti Pentingnya Pemeliharaan Drainase untuk Cegah Banjir

Foto: Ketua Komisi III DPRD Samarinda, Angkasa Jaya Djoerani.(ist)

Integritaskaltim.com, Samarinda – Ketua Komisi III Dewan Pe2rwakilann Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda, Angkasa Jaya Djoerani, menyoroti bahwa penyebab utama banjir yang sering melanda Kota Samarinda adalah pendangkalan drainase dan parit akibat pemeliharaan yang minim.

Menurutnya, banjir tidak hanya disebabkan oleh curah hujan yang tinggi, tetapi juga oleh kondisi gorong-gorong dan parit yang dangkal.

“Gorong-gorong kita, parit kita itu banyak yang dangkal, jadinya air itu ngalir gak semuanya,” ujar Angkasa Jaya pada Rabu (29/6/2024).

Angkasa menekankan bahwa selain membangun saluran air untuk mengalirkan air hujan, pemeliharaan saluran yang sudah ada juga perlu ditingkatkan. Ini penting agar penyerapan air hujan dapat berjalan optimal dan mengurangi risiko banjir.

Ia menjelaskan bahwa pendangkalan drainase disebabkan oleh lumpur yang terbawa dari dataran tinggi ketika hujan deras. Keadaan Kota Samarinda yang padat penduduk dan berkurangnya daerah resapan air hujan juga memperburuk situasi ini.

“Pemeliharaan terhadap parit dan drainase itu harus optimal, karena dengan demikian, air hujan dapat mengalir sesuai dengan tempatnya dan tidak meluap ke mana-mana yang dapat menimbulkan banjir,” tambahnya.

Pembangunan perumahan dan tambang di daerah tinggi mengakibatkan air hujan langsung turun dengan deras ke bawah karena resapan air sudah berkurang.

“Di dataran yang tinggi itu banyak dibangun perumahan, tambang juga ada. Itu yang membuat air pas hujan langsung turun ke bawah deras karena resapannya sudah dihabisin di atas,” jelasnya.

Angkasa Jaya berharap Pemerintah Kota Samarinda segera memperhatikan dan melakukan penggalian parit-parit yang mengalami pendangkalan. Ini akan membantu meningkatkan kapasitas aliran air dan mengurangi risiko banjir.(wan/ADV/DPRD SMD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *