Dua Kampung Nelayan Merah Putih Dibangun di PPU, Bapelitbang Sebut Anggaran Capai Rp14 Miliar

Plt Kepala Bapelitbang PPU, Ade Rianto Embongbulan. (Dok.Bapelitbang PPU)

PENAJAM – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) menyiapkan pembangunan dua Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Kelurahan Nenang dan Tanjung Tengah, Kecamatan Penajam.

Totak anggaran untuk kedua KNMP mencapai Rp14 miliar yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Pembangunan dua kampung nelayan tersebut ditargetkan dimulai dan rampung pada tahun ini sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta memperkuat sektor perikanan.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan (Bapelitbang) PPU, Ade Rianto Embongbulan, mengatakan pembangunan KNMP merupakan bagian dari program strategis nasional yang sejalan dengan Asta Cita Presiden, khususnya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memperkuat ketahanan pangan sektor perikanan.

“Syukur alhamdulillah Kabupaten Penajam Paser Utara mendapatkan kesempatan untuk dibangun Kampung Nelayan Merah Putih. Salah satu program strategis nasional yang diamanatkan dan menjadi bagian dari Asta Cita Presiden dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ungkapnya. Senin, (21/9/2026).

Lanjutnya, pembangunan KNMP akan dilaksanakan di Kelurahan Nenang dan Tanjung Tengah. Kedua lokasi tersebut akan segera dibangun sesuai dengan Surat Keputusan (SK) Menteri Kelautan dan Perikanan.

“Kedua titik ini akan segera dibangun sesuai dengan SK Menteri Perikanan dan Kelautan yang sudah terbit. Diharapkan dalam tahun ini juga sudah selesai dan dapat difungsikan,” ujarnya.

Ade menegaskan, seluruh pembiayaan pembangunan KNMP bersumber dari APBN. Sementara itu, pemerintah daerah berperan dalam menyiapkan lahan, data calon penerima manfaat, serta pembinaan terhadap masyarakat nelayan.

“Semua APBN. Semua APBN, dan apabila merupakan program strategis nasional, diharapkan bertumbuh dan berkembang secara berkesinambungan, memberikan manfaat bagi nelayan tentunya, dan perkembangannya tetap akan menjadi titik support dari kementerian,” jelasnya.

Menurut Ade, total anggaran pembangunan untuk dua lokasi tersebut diperkirakan mencapai Rp14 miliar. Pembangunan tahap awal juga masih berpeluang mendapatkan tambahan fasilitas dan infrastruktur pada tahun berikutnya.

Ia menyebutkan, KNMP akan dikembangkan sebagai kawasan terpadu yang dilengkapi berbagai fasilitas pendukung aktivitas nelayan, seperti workshop, tempat pelelangan ikan, serta fasilitas penyimpanan dingin atau cold storage.

Ade berharap keberadaan KNMP tidak hanya menyediakan infrastruktur, tetapi juga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat nelayan secara berkelanjutan.

“Kalau kemudian dimanfaatkan secara maksimal dan memberikan, setelah dievaluasi, ada peningkatan ekonomi masyarakat, nelayannya bertumbuh, berkembang, menjadi lebih sejahtera dan lain sebagainya, itu akan berikan tambahan oleh pemerintah pusat,” pungkasnya. (ADV)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *