Dok. Diskominfo PPU
PENAJAM – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) terus memperkuat tata kelola data sektoral sebagai bagian dari upaya mewujudkan penyelenggaraan pemerintahan yang berbasis data. Langkah tersebut dilakukan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) PPU melalui kegiatan Coaching Metadata Statistik Sektoral Tahun 2026 yang melibatkan perangkat daerah di lingkungan Pemkab PPU.
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 23–24 September 2026, tersebut digelar di Ruang Rapat Diskominfo PPU. Peserta berasal dari berbagai perangkat daerah yang memiliki serta menghasilkan data statistik sektoral dalam pelaksanaan tugas pemerintahan dan pembangunan.
Kegiatan tersebut juga menghadirkan perwakilan Badan Pusat Statistik (BPS), Sanjaya Abdillah Karim, S.Tr.Stat., sebagai narasumber. Kehadiran BPS diharapkan dapat memberikan pemahaman kepada perangkat daerah mengenai pentingnya metadata dalam pengelolaan statistik sektoral.
Kepala Bidang Sumber Daya dan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Diskominfo PPU, Ernawati, yang mewakili Kepala Diskominfo, mengatakan bahwa keberadaan data yang berkualitas menjadi salah satu unsur penting dalam mendukung proses pemerintahan.
Menurutnya, data tidak cukup hanya tersedia, tetapi juga harus memiliki informasi pendukung yang jelas melalui metadata. Hal tersebut diperlukan agar data dapat diketahui sumber, proses pengumpulan, pengelolaan, hingga pemanfaatannya.
“Data yang kita hasilkan harus memiliki kualitas yang baik dan dapat dipertanggungjawabkan, sehingga dapat dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang membutuhkan,” ujarnya.
Ernawati menjelaskan, coaching tersebut tidak hanya berfokus pada penyusunan metadata statistik sektoral. Peserta juga mendapatkan pemahaman terkait proses pengajuan rekomendasi kegiatan statistik melalui Romantik (Rekomendasi Kegiatan Statistik), sekaligus melakukan identifikasi terhadap kegiatan statistik yang telah dilaksanakan masing-masing perangkat daerah.
Ia meminta perangkat daerah tidak melihat kegiatan tersebut sebatas pemenuhan administrasi. Sebaliknya, coaching diharapkan menjadi kesempatan untuk menata kembali berbagai kegiatan statistik yang selama ini dilakukan agar terdokumentasi secara sistematis.
“Lebih dari itu, kegiatan ini hendaknya menjadi kesempatan untuk mengidentifikasi kembali kegiatan statistik yang dilaksanakan oleh masing-masing perangkat daerah, memastikan prosesnya terdokumentasi dengan baik, serta melengkapi metadata dari data yang dihasilkan,” ucapnya.
Sebagai Walidata Tingkat Daerah, Diskominfo PPU berkomitmen untuk terus memberikan dukungan dan fasilitasi dalam penyelenggaraan statistik sektoral. Upaya tersebut dilakukan agar data yang dihasilkan perangkat daerah dapat dikelola secara lebih terstruktur dan dapat dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan pembangunan.
Ernawati berharap hasil coaching segera ditindaklanjuti oleh masing-masing perangkat daerah. Dengan demikian, kualitas dan kelengkapan metadata statistik sektoral di Kabupaten PPU dapat meningkat secara bertahap.
“Mari kita jadikan kegiatan ini sebagai bagian dari komitmen bersama untuk mewujudkan Satu Data Kabupaten Penajam Paser Utara yang berkualitas, terintegrasi, dan dapat mendukung kebutuhan pembangunan daerah,” tutupnya. (ADV)
